Situs Resmi Partai Merdeka

Selamat Datang di Situs Resmi Partai Merdeka

Profil Ketua Dewan Pendiri Partai Merdeka

Cetak PDF

Adi Sasono dilahirkan di Pekalongan, Jawa Tengah, 16 Februari 1943. Orang tuanya, Adnan Martawiredja dan Sasinah Ranuwihardjo, masih dikaruniai 7 anak lainnya. Ayahnya adalah penggerak pembau-ran warga pri dan non-pribumi di Pekalongan. Kedua orangtuanya juga aktifis sosial terutama dalam bidang pendidikan dan penyantu-nan anak yatim dan fakir miskin. Bakat Ayah dan Ibunya yang memiliki kepedulian terhadap kegiatan kemasyarakatan khususnya bersama rakyat yang masih miskin begitu melekat dalam dirinya. Sehingga, walaupun sempat menjadi eksekutif di PT. Krama Yudha yang pada jamannya menerima upah tinggi, namun dia lebih memilih jalur LSM yang lebih merdeka.

Hingga kini sudah lebih dari 27 (dua puluh tujuh) tahun masa hidup-nya ada di LSM, di dunia masyarakat akar rumput (petani, pemulung sampah, nelayan, kaki-lima, buruh, tukang becak, dan lain-lain) yang terpinggirkan dan tertindas dalam sejarah sosial yang panjang sejak jaman penjajahan hingga masa kemerdekaan karena kebijakan pem-bangunan yang lebih berorientasi kepada sektor modern dan ke-pentingan kaum elit. Pada kondisi pra reformasi kebanyakan orang lebih memilih tiarap, menyerah pada keadaan, dan membungkuk kepada kekuasaan dan kepentingan kebendaan. Sebagian kalangan terdidik dan professional bahkan cenderung bersikap oportunistik, sebagian lagi masuk ke dalam sistem mencoba ‘merubah dari dalam’ namun ternyata mereka ‘dirubah’ di dalam sistem.

Adi Sasono berpendapat bahwa mustahil menjalankan pemikiran tanpa tindakan sosial alternatif. Oleh karena itu harus dibangun ke-sadaran dan kehendak masa rakyat untuk bisa mengambil prakarsa untuk merubah nasib melalui tindakan bersama. Ia berpendirian ha-rus ada siklus antara pemikiran, penyadaran sosial dan tindakan sosial dalam satu rantai bersinambungan untuk mewujudkan trans-formasi sosial dari masyarakat yang feodalistis, yang membungkuk pada kekuasaan dan cenderung menyembah kepada harta benda menjadi masyarakat yang maju, setara, modern, demokratis, dan beradab. Artinya harus ada transformasi sosial dari masyarakat terbelakang pra-madani menjadi masyarakat madani.

Adi Sasono berangkat dengan pemikiran teoretis dan melahirkan buku-buku dalam perspektif ekonomi politik tentang ketergantungan dan kemiskinan. Melalui LSM yang dipimpinannya berbagai penghargaan tingkat nasional dan internasional diperolehnya, antara lain -Agha Khan Award- untuk perencanaan dan pembangunan kota dengan prinsip “membangun tanpa menggusur” yang merupakan proyek di kota Samarinda oleh Lembaga Studi Pembangunan (LSP). Selain itu melalui lembaga yang sama untuk proyek Low Cost Housing Perumahan Buruh Pabrik Bina Karya di Bandung. Di tingkat nasional, PUPUK (Perkumpulan Untuk Peningkatan Usaha Kecil) yang Adi ikut mendirikan dan memimpin, memperoleh penghargaan Upakarti yang diberikan oleh pemerintah Indonesia untuk pengembangan industri kecil pada tahun 1990. Tahun 1999, Adi memperoleh penghargaan Bintang Mahaputera Adi Pradana.

Majalah Far Eastern Economic Review, edisi minggu pertama Desember 1998, menulis bahwa Adi Sasono adalah “The Indonesia’s Most Dangerous Man?” (Orang Indonesia yang Paling Berbahaya?). Menurut majalah mingguan itu, ada hal yang membuat Adi Sasono berbahaya dan ditakuti. Hal itu adalah karena kebijakan politik ekonominya yaitu –Ekonomi Kerakyatan- yang membuat khawatir para pelaku bisnis yang sudah mapan (konglomerat). Sementara majalah the Economist dari Inggris menyebutnya sebagai Robin Hood van Java.

Kesemua hal itu menunjukkan ketidakpahaman berbagai pihak tentang kebijakan ekonomi kerakyatan. Menurut Adi, tugas utama kebangsaan adalah mengoreksi ketidakadilan yang telah berlangsung lama dalam sejarah Indonesia yang menyebabkan sekelompok kecil orang menguasai hampir semua sumber daya ekonomi dan politik. Sementara itu rakyat jelata harus bergulat dalam lingkaran kemiskinan yang serba berkekurangan bahkan untuk sekedar mempertahankan kelangsungan hidupnya.

Dalam sejarah bangsa, rakyat kecillah yang mendukung perjuangan kemerdekaan melawan penjajah. Dalam masa krisis sektor ekonomi rakyat yang mempertahankan kelangsungan hidup negara karena kemampuannya menyerap kesempatan kerja dan meredam ketegangan sosial.

Pengalaman yang lalu memberi pelajaran ketergantungan kepada konglomerat menciptakan ketergantungan asing karena besarnya komponen impor dalma proses pembangunan nasional. Kemandirian nasional hanya mungkin dibangun kalau dasar pembangunan ekonominya adalah masa rakyat dengan prakarsa kemampuan dan sumber daya lokal yang tinggi. Tanpa kemandirian sulit dibayangkan bangsa Indonesia menjadi bangsa yang terhormat. Karena itu diantara tugas kebangsaan yang mendesak membangun kemandirian adalah dasar dari pernyataan rasa nasionalisme kita. Dengan dasar nasionalisme kerakyatan, Adi berkeyakinan, bangsa Indonesia akan tampil kembali sebagai bangsa yang terhormat dan bermartabat.

Ekonomi rakyat yang maju akan membuat lingkungan sosial menjadi lebih bersahabat untuk dunia usaha dan memperluas basis masyarakat konsumen yang berdaya beli tinggi. Karena itulah sesungguhnya menurut keyakinan Adi, koreksi ketidakadilan harus digerakan tidak untuk menghancurkan perusahaan besar. Paham ekonomi rakyat tidak anti yang besar, yang dipersoalkan adalah kecenderungan monopoli yang menciptakan ekonomi biaya tinggi dan beban bagi rakyat konsumen, karena ketiadaan kompetisi di dalam proses ekonomi pasar. Paham ekonomi rakyat ditujukan untuk mengatasi ketidakadilan dan kemiskinan masal yang menjadi sumber ketegangan social selama ini. Perjuangan membangun ekonomi rakyat diarahkan agar terbentuk kelas menengah sebagai mayoritas masyarakat bangsa yang mendukung pembangunan sejati yang berkelanjutan dan dasar bagi terbentuknya masyarakat yang demokratis.

Cucu dari Mochammad Roem ini, setelah selesai SLTA melanjutkan pendidikan di Institut Teknologi Bandung (ITB) sempat menjadi Ketua Dewan Mahasiswa ITB (1965-1966), pernah juga menjadi Ketua Umum HMI Cabang Bandung (1964-1965). Disamping kegiatan di sektor kemasyarakatan, Pada tahun 1988-1993, Adi menjadi ketua Tim Pengkajian Pengembangan Perumahan Rakyat di Kementrian Perumahan Rakyat, dan sebagai ilmuwan senior di BPP Teknologi serta menjadi anggota Dewan Riset Nasional Pada Tahun 1993-1999.

Selain di sejumlah LSM, Adi juga aktif di berbagai organisasi profesi dan pernah menjabat Ketua Pimpinan harian Dewan Koperasi Indonesia (DEKOPIN). Ia mempersunting aktivis dari Universitas Padjajaran, Male Maria. Buah dari cinta kedua aktivis ini adalah 5 (lima) orang putra-putri.

Pernah dibayangkan atau tidak, apakah anugerah atau musibah, Adi Sasono kemudian menjadi pejabat negara dengan kedudukan sebagai Menteri Koperasi dan UKM ketika periode Kabinet Reformasi. Presiden RI waktu itu adalah BJ. Habibie. Jabatan tersebut yang jelas bagi Adi Sasono merupakan amanat. Pada periode tersebutlah rakyat petani, nelayan serta usaha mikro dan kecil di seluruh Indonesia dipercepat peengembangan ekonominya dan rakyat merasakannya.

Prinsip keadilan, adalah kata kunci Adi Sasono dalam menjalani hidupnya, termasuk ketika menjalani sebagai seorang menteri. Dia mengharapkan, prinsip keadilan merupakan ‘roh’ yang harus mewarnai perjalanan hidup bangsa menuju Indonesia Baru. Ia berkeyakinan, konsep negara -dari rakyat-, -oleh rakyat- dan -untuk rakyat-, tak akan pernah sirna.

Menurut Adi, nasib manusia harus diperjuangkan. Perbaikan nasib tidak akan jatuh dari langit. Karena itu, seluruh komponen bangsa harus bersatu untuk membangun kesadaran kolektif bagi terwujudnya keadilan sosial dan kedaulatan rakyat yang sebenar-benarnya secara politik maupun ekonomi.

Agustus 2003.

 

Indonesian Afrikaans Albanian Arabic Bulgarian Chinese (Simplified) Chinese (Traditional) English Filipino Finnish French German Italian Japanese Korean Malay Persian Romanian Russian Spanish Thai Turkish Ukrainian Vietnamese


 


~*0*~
Ketika Anda berhenti mengubah, Anda sudah berakhir (Benjamin Franklin)
.

~*0*~
Perubahan dimulai ketika seseorang melihat langkah berikutnya (Willian Drayton)
.

~*0*~
Dia yang menolak perubahan adalah arsitek pembusukan (Harold Wilson)
.

~*0*~
Perubahan itu sendiri kekal, terus menerus, abadi. (Arthur Schopenhauer)
.

~*0*~
Perjalanan seribu batu bermula dari satu langkah (Lao Tze)
.

~*0*~
Ubah pikiran Anda dan Anda akan mengubah dunia (Norman Vincent Peale)
.

~*0*~
Tidak ada yang salah dengan perubahan, selama berada di arah yang benar (Winston Churchill)
.

~*0*~
Kita berubah, apakah kita suka atau tidak (Ralph Waldo Emerson)
.

~*0*~
Kita harus berubah menjadi seperti yang ingin kita lihat (Mahatma Gandhi)

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini862
mod_vvisit_counterHari Kemarin307
mod_vvisit_counterMinggu Ini2420
mod_vvisit_counterMinggu Lalu2338
mod_vvisit_counterBulan Ini8669
mod_vvisit_counterBulan Lalu9759
mod_vvisit_counterSeluruh Kunjungan165919