Situs Resmi Partai Merdeka

Selamat Datang di Situs Resmi Partai Merdeka

Berita Partai Beranda

Adi Sasono : Keadaan Negara Indonesia Makin Terpuruk

Cetak PDF

Kesejahteraan masyarakat Indonesia masih jauh dari harapan. Malahan, dari waktu ke waktu kekuatan bangsa ini terus merosot. Cendekiawan Muslim, Adi Sasono, menyatakan bahwa kebijakan pemerintah belum berpihak pada rakyat kecil. Terbukti, penguasaan ekonomi dikuasi asing.

Hasil mineral dan tambang, kata dia, banyak diekspor. Padahal, dalam negeri sangat membutuhkannya.

“Ini karena pemerintah tergantung pihak asing,” ujar Adi dalam diskusi ‘Indonesia Kembali Menggugat’ di Megawati Institut, Rabu (15/6). Hadir pemateri lain Guru Besar Tata Negara Jimly Asshiddiqie, pemerhati kebangsaan Chris Siner Keytimu, dan ekonom sekaligus politisi PDI Perjuangan Sri Adiningsih.

Menurut Adi, cita-cita pendiri bangsa, Soekarno-Hatta, ingin agar Indonesia berjaya dan dipandang sebagai negara besar. Sayangnya, pemerintah kurang tepat dalam mengelola kekayaan sumber daya alam. Itu karena sumber migas dan tambang dikelola asing.

“Masyarakat tak menikmati kekayaan yang terkandung dalam perut bumi Indonesia.”

Sumber : republika.or.id

 

Bahaya Pemakzulan Bagi Bangsa dan Negara di Era Reformasi

Cetak PDF

Dari kiri, Ketua Umum Partai Merdeka Hasanudin M Kholil, Bob Randaliwe, Sekjen DPP PKB Helmi Faisal Zaini dan Ketua Umum Forum Renovasi Indonesia Bagus Satriyanto dalam diskusi "Bahaya Pemakzulan Bagi Bangsa dan Negara di Era Reformasi" di Jakarta (Minggu 27/2). INDRA HARDI/RM

(Source : rakyatmerdeka.com)

 

Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Partai Merdeka belum Menyatakan Konfederasi dengan Partai Manapun

Cetak PDF

JAKARTA- Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Partai Merdeka menegaskan bahwa berita di media massa yang mewartakan Partai Merdeka bersama lima partai politik menyatakan konfederasi dengan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), itu tidak benar. Demikian dikatakan Ketua Umum Hasannudin M. Kholil, S. IP dan Sekretaris Jenderal, Aji Erlangga, SE, M. Si. hari Rabu, (04/11/10) di Jakarta kemarin.

Menurut Ketua Umum Hasannudin M. Kholil, S. IP, Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Partai Merdeka tidak pernah menyatakan konfederasi dengan Partai Gerindra sebagaimana telah dimuat di sejumlah media massa antara lain di media KOMPAS, 1 November 2010, halaman 3, Rubrik Politik dan Hukum, terlampir. Pengurus DPN Partai Merdeka secara resmi belum pernah diajak bicara untuk membuat kesepakatan-kesepakatan baik secara lisan maupun tertulis perihal konfederasi partai politik tersebut. Pengurus DPN Partai Merdeka juga belum pernah membahas perihal konfederasi tersebut dalam forum resmi Rapat Pleno Pengurus DPN Partai Merdeka.

Untuk menghindari upaya dan kecenderungan pihak tertentu, termasuk upaya dan kecenderungan yang dilakukan oleh mantan Pengurus DPN Partai Merdeka, yakni dengan cara memanfaatkan dan mengatas-namakan organisasi Partai Merdeka untuk kepentingan pribadi, maka DPN Partai Merdeka sudah mengirim surat resmi kepada DPP Partai Gerindera dan lembaga atau instansi yang terkait dengan pemberitaan tersebut sebagai bentuk tindak lanjut dari pemberitaan yang beredar diberbagai media. Dan menegaskan bahwa Pengurus DPN Partai Merdeka yang lama dengan Ketua Umum Dr. H. Rosmawi Hasan, MM dan Sekretaris Jenderal, Ir. Muslich Z. Asikin, MBA, MT, TELAH DIGANTI dengan Pengurus DPN Partai Merdeka yang baru dengan Ketua Umum Hasannudin M. Kholil, S. IP dan Sekretaris Jenderal, Aji Erlangga, SE, M. Si. Perubahan kepengurusan DPN Partai Merdeka tersebut telah disahkan oleh Menteri Hukum dan HAM Nomor : M.HH-08.AH.11.01. Tahun 2010, tanggal 11 Mei 2010 dan telah dimuat dalam Berita Negara RI Nomor : 41, tanggal 21 Mei 2010 (Keputusan Menteri Hukum dan HAM RI dan Berita Negara RI).

Lebih lanjut Ketua Umum Hasannudin M. Kholil, S. IP, menambahkan bahwa “Kami percaya bahwa melakukan kerja sama politik dengan partai politik lain adalah sebuah keniscayaan demi terciptanya iklim politik dan sistem kepartaian Indonesia yang semakin kondusif. Oleh karenanya sesuai dengan garis kebijakan Partai, kami selalu mengambil sikap terbuka terhadap ajakan dan niat baik partai-partai politik untuk melakukan komunikasi dan kerja sama politik”.

Untuk itu demi terciptanya komunikasi dan kerja sama politik yang baik dan kondusif, maka DPN Partai Merdeka meminta, semua pihak untuk menjaga hubungan kelembagaan dengan organisasi Partai Merdeka dilakukan dengan Pengurus DPN Partai Merdeka yang sah dan resmi, sebagaimana telah disahkan oleh Menteri Hukum dan HAM RI dan telah dimuat dalam Berita Negara RI tersebut. (red/pm)

 

Membangun Kembali Citra sebuah Bangsa yang Berdaulat, Memiliki Harga Diri, Cerdas dan Berjiwa Serta Bersikap Merdeka

Cetak PDF

PARTAI MERDEKA, mengajak semua Anak Bangsa untuk membangun kembali citra sebuah bangsa yang berdaulat, memiliki harga diri, cerdas dan berjiwa serta bersikap merdeka.


Pada usia 64 tahun sejak proklamasi kemerdekaan, bagi se-buah bangsa besar yang merdeka adalah sangat kurang ter-puji kita membungkuk kepada kepentingan pihak asing di rumah kita sendiri, Indonesia. Reformasi yang bersama kita letupkan dan telah merenggut banyak korban jiwa dan harta, ternyata tidak lagi menyisakan harga diri dan keberanian untuk lebih mandiri dan merdeka dalam mengelola negara ini. Masa-masa kenistaan ini harus segera kita akhiri oleh pikiran, tindakan, tangan dan keringat kita sendiri.


Mulai saat ini, bersama Partai MERDEKA mari kita kuatkan tekad mewujudkan kembali bangkitnya Indonesia, bangsa yang berani membangun diri-sendiri seperti yang dicita-citakan para pendiri dan pahlawan bangsa ini.


Partai MERDEKA, akan memulai dengan membangun sebuah sistem politik yang demokratis, diawali dengan PEMILU yang jujur, dan mencerahkan dalam dialog politik yang cerdas dan beradab serta modern. Modern dalam arti memiliki keberanian untuk meninggalkan budaya lama yang mengedepankan dan mengagungkan keturunan serta men-yembah harta-benda.


Kita bersama akan membangun pilihan politik yang rasional dan terhormat, lebih mendidik dan menjunjung tinggi harga diri untuk menjadi orang yang merdeka dalam menyalurkan hak suara dalam PEMILU.


Bersama Partai MERDEKA, kita letupkan tekad untuk berani mewujudkan sistem politik yang dapat menjadikan rakyat berdaulat membangun negara dan bangsa. Buang rasa putus asa dan tidak berdaya. Mari kita tegakkan 3 (tiga) landasan utama cita-cita politik kita, Kebangsaan, Kerakyatan dan Kemandirian.

 

Fokus Program Kerja Partai Merdeka

Cetak PDF

Partai Merdeka mempunyai fokus program kerja untuk memajukan ekonomi kerakyatan dengan dukungan dari organisasi koperasi, serikat pekerja, guru, usaha kecil menengah, pedagang kaki lima, nelayan dan kaum intelektual.

Tiga aspek yang ditonjolkan dalam prinsip partai ini adalah aspek kebangsaan, kerakyatan dan kemandirian. Para pendiri partai ini sebelumnya menyalurkan aspirasi dan pemikiran mereka kepada partai politik yang telah ada terlebih dahulu. Dalam perjalanannya karena merasa tidak ada parpol yang mampu mewujudkan aspirasi tersebut, maka akhirnya mereka bergabung dan mendirikan Partai Merdeka.

 

 

WAJAH BARU, PENGURUS BARU, SEMANGAT BARU

Cetak PDF

 

WAJAH BARU, PENGURUS BARU, SEMANGAT BARU

 

 

Indonesian Afrikaans Albanian Arabic Bulgarian Chinese (Simplified) Chinese (Traditional) English Filipino Finnish French German Italian Japanese Korean Malay Persian Romanian Russian Spanish Thai Turkish Ukrainian Vietnamese


 


~*0*~
Ketika Anda berhenti mengubah, Anda sudah berakhir (Benjamin Franklin)
.

~*0*~
Perubahan dimulai ketika seseorang melihat langkah berikutnya (Willian Drayton)
.

~*0*~
Dia yang menolak perubahan adalah arsitek pembusukan (Harold Wilson)
.

~*0*~
Perubahan itu sendiri kekal, terus menerus, abadi. (Arthur Schopenhauer)
.

~*0*~
Perjalanan seribu batu bermula dari satu langkah (Lao Tze)
.

~*0*~
Ubah pikiran Anda dan Anda akan mengubah dunia (Norman Vincent Peale)
.

~*0*~
Tidak ada yang salah dengan perubahan, selama berada di arah yang benar (Winston Churchill)
.

~*0*~
Kita berubah, apakah kita suka atau tidak (Ralph Waldo Emerson)
.

~*0*~
Kita harus berubah menjadi seperti yang ingin kita lihat (Mahatma Gandhi)

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini324
mod_vvisit_counterHari Kemarin1427
mod_vvisit_counterMinggu Ini324
mod_vvisit_counterMinggu Lalu4526
mod_vvisit_counterBulan Ini10667
mod_vvisit_counterBulan Lalu16120
mod_vvisit_counterSeluruh Kunjungan210742